PD Magetan

Hidayatullah Magetan

Alamat                     : Jl. Kawi No 02 Magetan

Pendiri                     : Ustadz Ainur Rafiq

Tahun Berdiri     : 2 Agustus 1995

Nama Yayasan    : Yayasan Baitul Muhtadin

Jawa Timur memiliki beberapa kabupaten yang terkenal daerahnya yang adem. Adem karena geografis kabupaten tersebut terdapat gunung yang memiliki ketinggian di atas rata-rata permukaan air laut. Selain Malang, Lumajang, dan Probolinggo, terdapat satu kabupaten yang masih dalam satu karisidenan Madiun memiliki kondisi geografis adem. Yakni Kabupaten Magetan.

Namanya mungkin belum mencuat di telinga masyarakat Jawa Timur. Tapi jangan salah, kabupaten Magetan telah melahirkan ikon figur yang cukup familiar dan memiliki dedikasi yang tidak di ragukan lagi. Satu contoh Dahlan Iskan. Mantan CEO Jawa Pos. Di Magetan pula, Hidayatullah mengibarkan panji Islam yang kemudian disyiarkan kepada umat Islam masyarakat Magetan.

Hidayatullah Magetan berdiri di atas areal tanah seluas 4000 m2. Berada di jantung kota kabupaten. Hidayatullah Magetan yang dirintis oleh seorang da’i bernama Ustadz Ainur Rofiq ini telah menjelma menjadi jujugan masyarakat Magetan secara umum dalam bidang ilmu agama dan pendidikan.

Tepatnya April tahun 1995, lelaki asli Gresik tersebut terjun bebas membabat Magetan yang waktu itu menurutnya berada pada posisi lingkungan yang tidak baik. Berbekal beberapa eksemplar Majalah Suara Hidayatullah, Ustadz Ainur Rafiq yang kala itu masih lajang, mengikrarkan diri memulai merintis Hidayatullah di kabupaten yang berbatasan langsung dengan propinsi Jawa Tengah tersebut.

Karena merasa tidak memiliki kerabat, sanak saudara dan teman yang di berada di Magetan, maka masjidlah tempat paling ampuh di jadikan sarana memulai sepak terjang merintis Hidayatullah.

Selama tujuh minggu atau 21 hari ustadz kelahiran 12 Maret 1973 tersebut anjangsana dari satu masjid ke masjid lainnya. Tujuannya untuk bersilaturahmi kepada masyarakat dan tokoh guna menyampaikan maksud untuk mendirikan pesantren.

Hingga pada saat usaha Ainur Rofiq mencapai puncak, Allah mengirimkan seorang dermawan  dengan meminjamkan tempat berteduh untuknya. Dan pada tahun itulah (1995) Hidayatullah mendapat rumah kontrakan sekaligus sebagai cikal bakal berdirinya Hidayatullah Magetan. Tempat itu beralamat di Jalan Kawi nomor 02 Magetan. Persisnya di belakang Lembaga Pembinaan Masyarakat Kota Kabupaten Magetan.

Hidayatullah Magetan sendiri di dalamnya berbentuk yayasan dengan brand Baitul Muhtadin dengan Akta Notaris R. Soenarno Hadidjojo nomor 1 tertanggal 2 Agustus 1995.

Tahun 1996 menjadi tahun yang cukup berat bagi pengurus Hidayatullah Magetan. Bagaimana tidak, belasan santri harus tertampung. Sementara rumah yang ada tidak meungkinkan menampung belasan santri tersebut.

Kemudian timbullah pemikiran untuk menambah lokal. Dalam kondisi upaya mencari wakaf tanah serta kontarakan, yang muncul adalah tawaran pembelian tanah. Padahal untuk mencukupi kebutuhan makanan untuk santri pihak pengelola saat itu cukup kewalahan.

Menginjak tahun berikutnya, yakni 1997, pengelola Baitul Muhtadin memberanikan diri membeli sebidang tanah seluas 4000 m2 dengan modal uang muka sebesar satu juta rupiah. Uang sebesar itu di ambil dari jatah makan dan sekolah santri.

Setelah ada tanah, yang menjadi fokus pemikiran adalah membangun. Tahun 1998 proyek pertama di launching. Membangun tiga lokal asrama santri. Proyek tersebut atas partisipasi donatur dan simpatisan yang sudah digalang pengurus Hidayatullah Magetan selama tiga tahun. Demikian seterusnya hingga tahun 2003 pembangunan terus berlanjut.

karena di rasa siap dalam hal gedung, tahun 2003 pihak pengurus memberanikan diri membuka pendidikan formal setingkat KB TK dengan brand Yaa Bunayya. Tahun 2006 kembali membuka pendidikan formal setingkat SMA, yakni Kulliyatul Mua’llimin Al Islamiyah (KMI).

Jumlah santri fluktuatif. Mereka berasal dari Madura, Pulau Sapeken Kabupaten Sumenep, Blora, Bandung, dan Flores. Karena menggunakan model pendidikan tak dipungut biaya, itu sebabnya mayoritas berasal dari golongan kelas ekonomi.

Dari sekian jumlah santri periode awal yang tertampung, kini tersisa 10 santri yang lolos seleksi. Sejumlah santri tersebut mendapat pendidikan formal KMI. Sebagai pembekalan keahlian, santri mukim diberikan pelatihan lapangan dengan membantu BMH.

Kabupaten Magetan merupakan kota dingin dan subur. Semoga kesuburan tanah di Magetan menyuburkan pula gerak dakwah para dai dalam membina umat Islam di bumi Lawu tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>