PD Surabaya

Hidayatullah Surabaya

 

Pendiri                         : Ustadz Abdurahman, Dkk

Tahun berdiri             : 1986

Alamat                           : Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo Surabaya

Nama Yayasan            : Yayasan Pesantren Hidayatullah Surabaya

 

Gedung sekolah dasar Luqman Al-hakim

Denyut nadi pendidikan di Surabaya kian tahun semakin meningkat tajam. Tidak hanya di dominasi sekolah negeri, sekolah swasta pun kini menjamur berusaha menjadi rival. Tujuannya sama, mencerdaskan anak bangsa.

 

Sekolah berbasis agama pun kini menjadi pilihan banyak masyarakat. Setidaknya ini menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan anaknya tidak hanya mahir dalam pengetahuan umum. Cerdas dan mahir dalam perilaku juga merupakan pertimbangan penting.

Salah satunya adalah Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Berada di kawasan padat lembaga pendidikan, sekolah agama ini berusaha menjadi pagar betis mengikis perilaku sosial yang tak sesuai lagi arahnya.

Lembaga ini didirikan pada paruh kedua 1986 di Surabaya, Jawa Timur oleh beberapa pemuda yang juga aktifis, yaitu: Abdurrahaman (Mahasiswa Unair), Hamim Thohari (Mahasiswa IKIP Surabaya), Chusnul Khuluq (Mahasiswa IKIP Surabaya), Elvenus (Mahasiswa ITS), Rahmat Rahman (Mahasiswa UNAIR), dan Sulaiman (Mahasiswa ITS).

Ide konkrit pendirian pesantren ini bermula dari berbagai diskusi yang diselenggarakan oleh sebagian mahasiswa muslim yang punya komitmen pada upaya ’izzul islam wal-muslimin. Kehadirannya dimaksudkan untuk menjawab kegelisahan sebagian mahasiswa muslim yang belum menemukan pola gerakan Islam yang bisa memberi problem solving atas sekian masalah ummat yang semakin kompleks.

Asrama SMP-SMA Luqman Al-Hakim

Dari mujahadah para perintis ini telah di peroleh informasi bahwa ada salah satu pesantren yang pola dakwahnya menerapkan manhaj Nabawi, yaitu Pesantren Hidayatullah Balikapapan. Metode yang mengacu pada urutan-urutan turunnya Wahyu kepada Nabi Muhammad saw. Sistem dan metode itu lebih dikenal dengan istilah sistematika nuzulnya Wahyu atau lebih dikenal dengan SNW.

 

Melalui mudzakarah dan muhasabah, forum menyepakati untuk menjadikan manhaj Nabawi sebagai pola dakwah. Lebih spesifik lagi menjadikan pola sistematika Wahyu yang diterapkan di pesantren Hidayatullah Balikpapan sebagai acuan

Forum sempat vakum beberapa saat. Hal itu seiring dengan aktifitas sebagian besar anggotanya mengikuti program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Selepas KKN, forum ini semakin dinamis bahkan tumbuh semangat baru yang lebih segar.

Anak-anak desa hasil binaan KKN yang terdiri dari anak-anak terlantar, baik pendidikan maupun ekonominya, diboyong ke Surabaya untuk mendapatkan pembinaan yang lebih baik. Mereka inilah cikal bakal santri Pesantren Hidayatullah.

Pesantren Hidayatullah Surabaya berbentuk yayasan, yang secara resmi didaftarkan pada notaris A. Kohar nomor 136, pada 28 November 1986. Meskipun demikian, yayasan ini baru beroperasi setengah tahun sesudahnya, yakni 23 Juli 1987, dan secara resmi aktifitas kepesantrenan dimulai bulan Juli 1988.

Belajar Bersama Syeikh dari Palestina

Bermula dari kontrak sebuah rumah kecil di dekat kampus ITS, pesantren mulai menabur benih. Selain membina anak-anak yatim dan terlantar lainnya, pembinaan kepada mahasiswa lebih diintensifkan lagi. Rekrutmen dengan cara ini terasa sangat efektif. Hanya dalam waktu setengah tahun, telah terdaftar 40 sarjana yang siap menangani misi dakwah ini secara bersama-sama.

 

Barisan ini terus diperkuat dengan datangnya beberapa sarjana agama, baik dari IAIN, pesantren salaf, maupun lulusan Timur Tengah. Dengan demikian, potensi yang ada semakin kuat dan berimbang.

Pengadaan sarana dan prasarana pada hakekatnya baru dimulai awal tahun 1990. Berbekal tanah wakaf dari seorang dermawan, dimulailah pembangunan asrama, mushalla, dan lokal kelas. Pembangunan ini memakan waktu setengah tahun. Suatu prestasi yang patut disyukuri. Apalagi pada saat yang sama dilakukan juga pemekaran lokasi, hingga kini mencapai 20.000 m2 .

Dengan Trilogi pendidikan –formal, informal, dan non-formal; atau kognitif, psikomotorik, dan afektif; atau pendidikan sekolah, masyarakat, dan rumah tangga- dalam sebuah kampus akan lahir generasi esok yang siap meneruskan perjalanan bangsa dan negara ini dengan kepribadian yang tangguh.

Hidayatullah Surabaya sendiri merupakan konseptor berdirinya puluhan cabang yang tersebar di Jawa, Bali, NTT, dan NTB. Dai hasil didikan Hidayatullah Surabaya disebar ke beberapa daerah untuk mendirikan cabang Hidayatullah.

Rata-rata para dai hanya berbekal keyakinan mampu merintis cabang Hidayatullah dimana ditunjuk. Bekal dana pun tak seberapa. Majalah Suara Hidayatullah menjadi alat mengenalkan visi dan misi Hidayatullah. Hasilnya kini hampir daerah di Jawa, Bali, NTT, dan NTB pada setiap kabupaten terdapat cabang pesantren Hidayatullah.

Bahkan dulu, Timor-Timor (sekarang Timor Leste) sebelum memisahkan diri dari NKRI pernah dirintis cabang Hidayatullah. Karena pergerakan sparatis membuat para dai harus keluar dari tanah Timor-Timor.

 

Hidayatullah Surabaya Kini

kunjungi dari kerajaan kelantan malaysia

Hidayatullah Surabaya kini sudah menjadi kiblat lembaga di lingkungan Hidayatullah secara nasional. Baik pengelolaan manajemen pendidikan maupun kepesantrenannya. Tak kurang dari 1500 lebih santri yang menimba ilmu di Hidayatullah Surabaya. Mulai tingkat KB TK hingga Perguruan Tinggi. Dengan diasuh oleh 350 lebih ustadz-ustadzah yang memiliki jiwa pengorbanan dan keilmuan dibidangnya.

Setidaknya itulah amal usaha yang dimiliki Pesantren Hidayatullah Surabaya di Kampus Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo. KB-TK Yaa Bunayya I, SD Integral Luqman Al Hakim, SMP Integral Luqman Al Hakim, SMA Integral Luqman Al Hakim serta Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL).

STAIL sendiri merupakan lembaga perguruan tinggi pencetak SDM yang pada akhirnya di sebar ke seluruh cabang Hidayatullah di nusantara. Tak sedikit beberapa cabang di Jawa maupun luar Jawa adalah hasil rintisan mahasiswa STAIL.

Mahasiswa mendapat beasiswa penuh dengan catatan ikatan dinas. Selama perkuliahan mahasiswa di gembleng mental dan keilmuan. Hal itu dilakukan sebagai bekal ketika terjun bebas ke lapangan. Berhadapan langsung dengan masyarakat dalam rangka mensyiarkan agama Islam.

Amal usaha sebagai pengabdian masyarakat diwujudkan dengan pengelolaan TPA/TPQ. Mentransfer ilmu kepada masyarakat pesantren. Mulai anak-anak hingga kaum tua. Ada juga pembinaan di daerah rawan pendangkalan aqidah. Tercatat di kawasan Surabaya Timur, Keputih dan sekitarnya, juga di daerah lokalisasi Dolly, di Putat Jaya.

Mengingat kondisi Surabaya mengalami pertumbuhan globalisasi yang sulit terkendali. Hidayatullah Surabaya menjawabnya dengan pengiriman tenaga dakwah ke masjid-masjid dan kampus-kampus di area Surabaya. Hal itu sebagai langkah Hidayatullah Surabaya mengoptimalkan tenaga dakwah yang siap menjadi pendamping umat dalam proses pemahaman ajaran agama Islam.

Gedung pendidikan integral

Kisaran tahun 2010-2011 amal usaha di bidang pendidikan setingkat KB-TK bertambah. Hidayatullah Surabaya kini juga menaungi KB-TK Cahaya Ananda di Sidoarjo.

Di kampus terpisah juga terdapat KB-TK Yaa Bunayya II di Kampus Kapas Madya, kawasan jembatan Suramadu. Dimana di tempat itulah pertama kali Hidayatullah Surabaya mengembangkan berbagai amal usaha. Mulai majalah hingga penerbitan.

Di bidang ekonomi, Hidayatullah Surabaya juga memiliki amal usaha berupa koperasi bernama “ Wahida Sejahtera “. Menyediakan segala hal kebutuhan santri. Mulai kebutuhan pribadi dan piranti sekolah. Koperasi Wahida Sejahtera juga melebarkan usahanya, yakni menyediakan tiket perjalanan, rental mobil, serta kebutuhan alat pendidikan yang dibutuhkan lembaga Hidayatullah di luar Jawa.

Para ustadz yang pernah memimpin Hidayatullah Surabaya antara lain; Ustadz Drs. Abdul Rahman, SE, Ustadz Rahmat Rahman (alm), Ustadz Hasan Rofidi, Ustadz Ir. Hamam, Ustadz Ali Imron, Ustadz Ainur Rofiq (alm), Ustadz Drs. Miftahudin, M.Si, dan Ustadz Drs. Mohamad Nur Fuad, MA.

Kiprah Hidayatullah Surabaya sudah memasuki usia yang tak lagi muda. Pergantian pemimpin dari waktu ke waktu membuat Hidayatullah Surabaya semakin terasa manfaatnya di hati masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>